Ekspedisi Sejarah Indonesia (Exsara)

Exsara merupakan organisasi terbesar di Jurusan Sejarah Unnes. Aku dirikan bersama teman-teman jurusan sejarah Unnes angkatan 2008. Mereka semakin maju

Catatan Hidupku

Aku sangat suka menulis. Termasuk membuat catatan hidupku. Biar nanti aku mati, tapi pikiranku seolah terus hidup sampai anak cucuku

Petualangan Hidup

Setiap hidup, pasti menyempatkan berkunjung ke tempat unik, berkenalan dengan orang baru. Semua itu akan mendidik kita jadi manusia besar

Sejarah Nasional dan Dunia

Basis pendidikanku Sejarah. Aku sangat menyukai kisah masa lalu. Ada yang kuanggap sebagai sastra ada yang kuanggap sebagai guru kehidupan

Pola Hidup Sehat

Sejak SMP aku sudah punya bakat pemerhati gizi. Aku sangat mencintai pola hidup sehat. Tanpa kita sehat, semua yang kita miliki tak ada gunannya

Friday, December 25, 2009

Mengenang Soe Hok Gie*

Oleh : Ganda Kurniawan

Makhluk kecil kembalilah
Dari tiada ketiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

Bait puisi itu diguratkan oleh Gie pada waktu ia memikirkan tentang betapa indahnya mati muda. Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 dan meninggal tanggal 16 Desember 1969 di Gunung Semeru akibat gas beracun.
Kita telah mengenal sepak terjang sosok Gie yang unik dalam sejarah. Gie adalah mahasiswa Jurusan Sejarah FS UI dan menjadi aktivis kemahasiswaan. Dalam pergulatan intelektual muda melawan tirani, banyak yang meyakkini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan dia juga termasuk orang pertama yang mengkritik tajam Orde Baru.
Darinya terkadang kita hanya memujanya akan keberanian dan sifatnya yang menolak menyerah dari sepak terjangnya. Padahal ada sisi lain yang unik tentang dirinya yang suka akan ekspedisi naik gunung. Sama seperti kita, mahasiswa EXSARA, mahasiswa Sejarah yang juga cinta akan alam. Yang terus terngiang terus adalah ”falsafahnya”:
”Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas-fasilitas enak. Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak.”
” Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung."
Pemikiran, inspirasi dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Didalamya tergambarkan sosok Gie yang begitu berkarakter. Ia berani bersikap seolah pemuda yang berbadan kecil ini sudah menentukan arah jalan hidupnya. Kata yang begitu menyiratkan pengertian dan arti sebuah kehidupannya adalah ”Now I see the secret of making the best person. It is grow in the open air, and to eat and sleep with the earth”. Kalimat tersebut mengilhami Gie bahwa penciptaan manusia terbaik bukanlah mereka yang hidup berlimpah materi. Melainkan ia yang tumbuh di udara yang terbuka bebas, makan dan tidur bersama alam.
Perjalanan dalam pendakian juga bukan hal yang mudah, karena membutuhkan fisik dan mental yang mantap. Belum lagi bila orang yang diajak Gie terkadang manja, maka mereka pasti akan berkata ”Buat apa naik gunung, cari susah aja si loe”, ”buat apa naik gunung ntar turun lagi”. Inilah jawaban anak mami yang tak mau dibilang manja. Mereka takut akan kesulitan yang akan dihadapi, padahal menajdi generasi muda Indonesia adalah harus seorang yang tahan banting, orang yang tidak muidah mengeluh akan beratnya tugas dan tanggungjawabnya serta orang yang berani hidup susah. Seperti kata Erlangga ”Setiap pemimpin harus berani hidup menderita melebihi dari rakyat yang dipimpinnya”. Tetapi Gie tidak pernah memaksa. Karena orang yang diajaknya sudah menunjukan siapa dirinya sebenarnya. Dan lagi itu adalah pilihan. Gie menghargai itu.
*legacy words to EXSARA

Monday, October 26, 2009

Luka Bekas Jeratan ini Memudar


go away mantanku
Mungkin waktunya akan tiba.
Ktika kau mulai rela mlepasqu. Membiarkn qu dlm kbahagiaan spt dulu.
Karena Snyumn nya kpd qu jua kan memberi semangat hdupqu.

Luka bkas jeratan pd dirimu kan lekas smbuh sayang.
Kau kan bahagia dgan dia.
Jagalah milikmu baik-baik.
Jangan kau ulang lagi ksalahanmu.

Thursday, October 15, 2009

Woman and property


By Ganda Kurniawan (kaum intlejensia)


Ni bnar2 paradigma yg mayoritas brlaku pd qt smua. Skali lg aq tlah mbuktikn kbenaran teori dr Adolf Hitler, Darwin & G.W Hegel bhwa hdup adlh persaingan. Org yg menang akn mndptkan 'Lebensraum' yg luas. Hal ini trmasuk pd soal cinta. Wanita yg baik n cantik kbnyakn akn tunduk pd skdar properti yg dmiliki s'org lelaki. Krena smangat lelaki memprioritaskn pd kcantikn. Cobalah ingt kmbali ttg crita Ken Arok-Ken Dèdès. Sungguh bsar skali ambisi Arok tuk dptkan Dedes. The beautifulness is the man spirit, to get the properties and beautifull girl.