Ekspedisi Sejarah Indonesia (Exsara)

Exsara merupakan organisasi terbesar di Jurusan Sejarah Unnes. Aku dirikan bersama teman-teman jurusan sejarah Unnes angkatan 2008. Mereka semakin maju

Catatan Hidupku

Aku sangat suka menulis. Termasuk membuat catatan hidupku. Biar nanti aku mati, tapi pikiranku seolah terus hidup sampai anak cucuku

Petualangan Hidup

Setiap hidup, pasti menyempatkan berkunjung ke tempat unik, berkenalan dengan orang baru. Semua itu akan mendidik kita jadi manusia besar

Sejarah Nasional dan Dunia

Basis pendidikanku Sejarah. Aku sangat menyukai kisah masa lalu. Ada yang kuanggap sebagai sastra ada yang kuanggap sebagai guru kehidupan

Pola Hidup Sehat

Sejak SMP aku sudah punya bakat pemerhati gizi. Aku sangat mencintai pola hidup sehat. Tanpa kita sehat, semua yang kita miliki tak ada gunannya

Wednesday, December 1, 2010

Ngerap: e-mailku bernilai Rp.0


Ktika koneksi qt renggang# sms-an pun jarang#
tak tahu kabar kya orang dtelan olh jurang#
qt saling jalan bebas bgai kreta khilangan rel#
mka q cba jalin lg q krm surat lewat e-mail#

q hrap kau bca, mngerti bhwa aq ingin tau smua#
tp syg rncana tak brjalan spt yg q duga#
inboxmu skarang dicengkram oleh sahabat#
smw surat yg msuk gx sampe k org yg pny alamat#
stlh dgr itu aq sungguh kcwa berat#

shbatmu pinjm inbox bwt hal yg mnrut q g penting#
dy pinjem e-mailmu pngn nylidiki sp cwo yg pny niat something#
dy langsung hapus email yg bru q kirim#
and I certainly angry with HIM#
itu pertanda klo dy bner2 cmburu#
mnghalangi sp saja yg ngajak PDKT sm kmu#

lebih parah, km gx sadar dy tlah brbuat Ulah!#
udah tw dy bgitu koq km gx kesal atw marah!#
payah, email sndri dpinjemi atas alasan yg tdk berbobot#
klo disalah guna baru ntar kya org kbakaran jenggot#

ap yg ad milikmu it ckup km yg tangani#
ap lg ttg e-mail, it mah udah sngat privasi#
dy mnghapus surat d inboxmu skehendak sndiri#
kata2 dlm surat yg q buat utkmu udah tak dhargai#

hti kcewa q bkan bkin bait2 puisi#
tp bkin beat Rap n sorry dkit kya memaki#
you know? Maybe he jealous with Us, girl...#
but that behaviour, he seems like motherfucker#

Sunday, November 28, 2010

Ngerap: Bangga Asli Purbalingga


Aq msh inget jaman SMA q dlu#
yg liat aq pzt trkesan pndiam, culun n agk lugu#
yg blm tw? Aq ni lu2san SMA N 1 Kutasari#
1 dr SMA d PBG yg trknal gk lu2s byk skali#
memang mnydihan mdgr kisah ini#
tp q ykin tu bkan brkat saking tololnya kami#
tp tu brkat hasil kjujuran sndiri#
bkan hsil krjasama contek sana-sini#
krna bgi purbalingga kjujuran adlah anugrah terindah#
gx prcya?? Silahkn bca mjalah laporan Exlusif KP2KKN Jwa Tengah#
th kmaren kab.Purbalingga dpt tkt kasus korupsi trendah#
dg jml krugian utk negara msh d kelas 3 trbawah#
gx slh gx nyesel aq trlahir d P.B.G kota PERWIRA#
wilayah yg asri mbentuk karakter yg baik moralnya#
sektor pariwisata mnyebar dmana2#
wisata air, wisata fauna, desa wisata, wisata pndakian smpai surga strawberi jg ada#
kondsi kota yg brsih tratur n polusi yg gx sbesar yg dkira#
gx slah akhirny thun ni kita dpt hadiah Adipura#

Thursday, October 14, 2010

Rasanya Ini Bukanlah “Bali-nya Jawa” tapi lebih pantas sebagai “Hawaii-nya Jawa”


Ternyata di atas Langit masih ada Langit


Dua puluh enam sampai 29 juli 2010 memang sudah berlalu, tapi kami masih sangat mengingat semua itu. Yudisium baru saja terlewat tanggal 23 sebelumnya, nilai-nilai K terpaksa kami lupakan sejenak, karena pagi itu (Senin, 25 Juli) kami sudah berdiri tersenyum di buritan kapal yang menepi di pelabuhan Kartini Jepara, tak sabar menunggu sambutan indahnya Karimunjawa. Di tangan kami masing-masing memegang tiket bukti pembayaran LINTAS JEPARA-KARIMUNJAWA yang tertera nominal Rp. 28.500 (jasa angkutan Rp.26.500 + jasa asuransi Rp.2000).
Pukul 09.00 bel berbunyi pertanda Kapal siap berangkat, kami memilih menuju tempat duduk di dalam yang telah kami pesan. Sedikit terkejut karena ternyata di dalam kapal banyak turis mancanegara yang punya tujuan sama dengan kami untuk berlibur ke Karimunjawa. Terbiasa kami terus tertegun memandang mereka karena begitu mencoloknya perbedaan ras diantara kami. Hingga 6 jam perjalanan kami tidak memberanikan diri untuk saling bercakap-cakap dengan mereka.
Pukul 03.00 pulau dan pelabuhan Karimunjawa sudah terlihat. Kejenuhan 6 jam perjalanan ini pun buyar berubah menjadi senyum kegembiraan. Terlihat pula si Mukminin (Mahasiswa sejarah angkatan 2009 asli Karimunjawa) melambaikan tangan kearah kami yang berada di buritan kapal. Segera kami turun mendatanginya dan mengambil motor yang kami parkirkan di kapal barusan.
Senang rasanya kami sampai di Pulau Karimunjawa dan bertemu Mukminin yang akan menuntun kami di pulau ini. Tak lama kemudian kami tancapkan gas motor menuju ke tempat penginapan dengan melalui jalan beraspal dengan lebar sekitar 4M dan sudah cukup rusak. Ternyata dari pelebuhan kami harus menempuh jarak sekitar 13 Km melintasi rumah-rumah warga dan sesekali menyambut teriakan dari anak-anak kecil desa di tepi jalan yang nampaknya senang melihat kedatangan kami.
Tibalah kami di tempat menginap yang telah kami rencanakan. Tempat ini berupa ruang Unit Perpustakaan Umum MA Safinatul Huda 2 Karimunjawa, yaitu mantan sekolahan yang pernah menjadi saksi bisu pendidikan Mukminin semasa SLTA. Hanya bermodalkan karpet yang meminjam dari HIMA Sejarah, kami bisa menikmati tidur bermalam di Pulau yang indah ini.
Hari pertama disini menampakan hari yang begitu cerah menambah semangat akan menyambut siswa-siswi MA Safinatul Huda 2 Karimunjawa. Pakaian rapi plus jas almamater UNNES melekat pada tubuh kami, sesuai rencana kami telah diizinkan pihak sekolah untuk memberikan motivasi terhadap siswa-siswi.
Sekolahan yang terdiri dari 3 kelas ini kami kunjungi semua dengan menbagi tugas di masing-masing kelas. Untuk kelas X dan XI diberi motivasi semangat belajar, dan untuk kelas XII dimotivasi agar melanjutkan studinya ke perguruan tinggi sama halnya dengan Mukminin. Semua berjalan dengan lancar bahkan mereka meminta kami terus mengajar walau menerjang jam istirahat.
Ada banyak hal yang memuaskan kami disini. Di tiap makan malam selalu disuguhi sea food dengan minuman es kelapa dan rumput laut bahkan sesekali kami disuguhi camilan berupa Rajungan rebus.
Sebagai mahasiswa sejarah kami tidak mau melewatkan mengunjungi situs sejarah yang ada di pulau ini. Situs ini berupa Makam Sunan Nyamplungan beserta beserta peninggalan bekas kubah masjid yang pernah didirikanya.
Wisata pantai jelas hal yang paling indah disini. Pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Kohin yang sunyi, berpasir putih, berombak kecil, barair jernih serta kebetulan muncul pelangi yang indah dihadapan kami. Disini pula akhirnya kami berkenalan dan ngobrol dengan beberapa orang asing berwarganegara Belanda, mereka bernama Lam, Marshaly Thalita, Anja dan Boer. Tidak cukup disitu kami diajak pamannya Mukminin untuk ke pulau Menjangan, pulau kecil di sekitar Karimunjawa. Di pulau ini dari beberapa kami bias merasakan mandi di penangkaran Hiu.
Petualangan ini kami lalui tak semahal yang diperkirakan. Berkat kesederrhanaan, serta link sebaik Mukminin semua sangat bias ditekan sekecil mungkin dan mendapatkan kepuasan sebesar mungkin…
“get pleasures in this Island, never forget in our mind… be with Exsara………”